Anak Menulis, Ini Cara mengatasinya

Masuk sekolah dasar, membuat anak sudah wajib belajar membaca dan menulis. Jika ia mengalami kesulitan melakukannya, jangan dulu berkecil hati dan menganggap anak tersebut bodoh. Mungkin sekali, si Anak mengalami kondisi disgrafia, yaitu kondisi gangguan belajar dimana penderitanya memiliki masalah dengan keterampilan dalam menulis tangan, mengetik dan mengeja. 

Kesulitan mengekspresikan diri secara tertulis bukanlah bagian dari disgrafia. Tetapi ketika anak-anak harus sangat fokus pada saat menulis, pemikirannya tentang cara menyampaikan ide-ide yang sudah dipikirkannya bisa terhalang. Salah satu tanda utama disgrafia adalah tulisan tangan yang berantakan. Berikut adalah beberapa keterampilan tulisan tangan yang mungkin membuat anak kesulitan melakukannya:

  • Membentuk huruf,
  • menempatkan huruf dengan benar pada halaman,
  • menulis dalam garis lurus,
  • membuat huruf dengan ukuran yang benar,
  • memegang kertas dengan satu tangan saat menulis dengan yang lain,
  • memegang dan mengendalikan pensil atau alat tulis lainnya,
  • menempatkan jumlah tekanan yang tepat di atas kertas dengan alat tulis,
  • mempertahankan posisi lengan kanan dan postur untuk menulis
Berikut merupakan beberapa tips untuk membantu anak agar mudah menulis: 

1. Menulis dengan Huruf Besar

2. Berlatih menggunakan sumpit atau pinset

3. Ajarkan untuk bercerita terorganisir. 
Anak-anak dengan disgrafia sering mengalami kesulitan mengatur pikiran mereka. Anda dapat membantu anak dengan berlatih mendongeng secara terstruktur. Saat anak suntuk belajar, minta anak untuk menceritakan tentang apa yang terjadi hari ini / kemarin pada dirinya. Mintalah anak memulai dengan perkenalan, seperti “Hari ini hari kamis, hari ini adalah hari yang sibuk untuk saya.” Mintalah dia untuk menggambarkan apa yang dia lakukan di pagi, siang dan malam hari. Lalu anak biasanya bisa menyelesaikan semuanya tentang bagaimana hari itu berjalan secara keseluruhan.

4. Mengungkapkan ide lewat tulisan

Anak-anak dengan disgrafia mungkin penuh dengan ide-ide hebat. Tetapi menempatkan ide-ide itu dalam kata-kata tertulis bisa menjadi rintangan yang membuat mereka frustasi. Dorong anak untuk merekam dirinya sendiri menggunakan smartphone atau perangkat lainnya ketika ia mengungkapkan ide-idenya dengan berbicara. Anak kemudian dapat memutar kembali rekaman ketika anak akan menulis. Cara ini bisa membantu anak untuk meningkatkan kepercayaan dirinya dalam menuangkan ide-idenya saat menulis. 

Sekarang anda sudah tahu kan bagaimana caranya membantu anak dengan disgrafia. Semangat terus ya, dalam membantu anak mengatasi kekurangannya. Yakinlah di dalam kekurangan pasti ada kelebihan.

Comments

Popular posts from this blog

Hal hal yang harus anda ketahui soal BTS